Rabu, 18 Mei 2011

MAMPU ?!

MAMPU?!


aku masih berjalan...
meneruskan apa yang sedang mengalir
aku tak ingin menghentikannya
walau raga... hati... dan fikiran telah lelah


boleh aku jujur kawan??
aku lelah menapaki kakiku
selama sekian waktu aku bertahan
sedikit.. hanya sedikit perubahan


sepertinya....
terlalu sulit untuk melangkah lebih jauh
sampai-sampai setengah langkahpun bak kabar seindah dunia
layaknya anak yang melawan autisme akutnya sendiri




kita bukan anak autis yang bernaung pada dunianya sendiri
usia kini.... yang seharusnya jauh lebih dewasa daripada tingkah anak autis
anak autis juga punya keinginan
keingin keluar dari dunia "anehnya" tersebut
barang kali usahanya, jauh lebih besar dibandingkan kita


kita anak normal...........
tapi dewasa kita "belum" normal
sampai kapan kita akan terus berada pada titik ini?


apakah kita hanya bisa melihat
belajar dari seorang pemula
itu memang baik
bukan kah itu sesuatu yang agak janggal


dan kita hanya menjadi bahan pembelajaran di kertas hitam
apa yang mereka lihat, salah tentang kita
harusnya kita yang menggagung-agungkan mereka
suatu saat nanti kawan!




kita pasti bisa?!
nikmatilah waktu ini
perjalanan tak terhingga
kisah berkelok


tuhan memeberikan kita cobaan
sesuai kemampuan kita
tuhan tau kalau kita mampu
karna tuhan telah menggariskannya untuk kita


suatu saat kita akan berbahagia
atas pengalaman yang pernah kita alami
bahwa ini pelajaran berharga di awal kehidupan mandiri
dan kita mampu! MAMPU! untuk mengokohkannya

Selasa, 17 Mei 2011

Perang Hati

Perang Hati


ku arahkan mataku ke atas langit
ku lihat bulan purnama tersenyum
keindahannya terpantau jelas
kini hanya dia yang menemaniku


aku tau...
waktu kan terus berjalan
masa memang terkadang kejam
sekejam hati pada sang mpunya



hati yang sedang kedatangan tamu
tamu kegelisahan yang menghujam
enggan pulang ke asalnya
bersenang riang dalam hati

Senin, 16 Mei 2011

Tetaplah Di sini



Tetaplah Di sini

Engkau yang selalu mengerti aku
Kau yang selalu memahami aku
Kau yang selalu ada didekatku
Kau yang selalu menemani aku

Ku tak ingin berpisah denganmu
Ku ingin kau selalu menemaniku
Ku ingin selalu ada untukmu

Aku ingin jadi yang ada di pagi dinginmu
Aku ingin jadi yang ada di malam gelapmu
Aku ingin jadi yang ada di siang terikmu
Aku ingin jadi yang ada di sore indahmu

Terlalu Cepat



Terlalu Cepat

Satu kenangan yang takkan terlupa
Kenangan yang begitu indah
Membuat aku belajar
Mengerti dan memahami

Yang tlah terjadi di masa lalu
Tapi bayangannya melekat sampai sekarang
Semua nya yang tlah di lakukan
Sekarang tinggal belajar tuk meneruskannya






Persahabatan yang bgitu indah
Telah mengenalkan ku pada arti itu sendiri
Saling menyayangi dan mengasihi
Tapi kini telah di batasi oleh jarak

Takkan Menyesal



Takkan Menyesal


Terpaan ini membuatku bersyukur
Aku tau perjalanan kita ini takkan baik-baik saja
Segala penghalang tlah menunggu di depan
Termasuk sekarang

Sedang di hampiri cobaan
Mengapa tak secerah dulu lagi
Mengapa tak seharum dulu lagi
Mengapa senyumnya seperti terhambat






Senyumnya seperti tenggelam
Apa yang membuatnya seperti ini
Aku rindu ia yang dulu
Bukan hanya senyumnya
Tapi bahkan ia juga membuatku tersenyum
Kemana ia sekarang

Permulaan Kembali



Permulaan Kembali

Pertemuan…
Itu adalah awal yang menyenangkan
Saling mengenal satu sama lain
Yang terjadi da setiap pertemuan
Ternyata...
Pertemuan adalah awal dari sebuah perpisahan
Yang mungkin sangat pahit tuk dirasakan
Tapi semuanya memang harus adil

Jika ada pertemuan pasti diselesaikan dengan perpisahan
Di mulai dengan kebahagiaan dan diakhiri dengan kepedihan
Tak perlu menyesal dengan hasil akhir
Karena akhir tak selalu dirasa dengan kepedihan
Jangan berpuas diri dengan awalan
Karena tak selalu jadi yang terbaik
Waktu-waktu diantara awal dan akhirlah yang wajib diisi
Diisi dengan kisah yang harusnya menarik tuk dibaca

bukan  kisah yang monoton...
tapi kisah luar biasa yang menggugah semangat hidup
tuk menjadi insan yang lebih baik
meminimalisir semua kekurangan
dan memaksimalkan tuk menggapai kata ”sempurna”

Tak Ada Yang Sia - Sia



Yakinlah

Tak ada satu pun perbuatan yang sia-sia
Sekalipun itu memang tak berarti
Sekalipun itu memang menyesalkan
Tapi pasti ada sesuatu dibalik itu

Tak ada satu pun manuasia tak berguna
Sekalipun itu memang tak berarti
Sekalipun itu memang menyebalkan
Tapi pasti ada seseuatu yang bermanfaat

Tak ada suatu pun masalah yang tak berguna
Sekalipun itu memang menyulitkan
Sekalipun itu memang menyebalkan
Tapi pasti ada hikmah disetiap kejadian

Senyum Sahabat



Senyum Sahabat

Keindahan mentari yang bersinar itu
Keindahan alam bawah laut yang begitu memukau
Keindahan malam bertabur sinar
Mampu terkalahkan oleh senyummu

Kebahagianmu..
Kemarin saat ini dan tuk hari esok
Menyertai kebahagiaanku
Bukan kesengsaraan bagiku

Kepedihan yang kau rasa
Kemarin saat ini dan berharap tak ada untuk hari esok
Menyertai kepedihanku
Bukan kebahagiaan bagiku

Pilihan



Pilihan


Larangan tuk menyesal…
Meski kata itu sering terucap dengan tajamnya lidah ini
Sesal takkan ada arti
Walaupun hati mungkin kan menyimpan satu kata itu

Semua soal-soal kehidupan yang telah di coba tuk dijawab
Wajar bila salah menjawab
Karena kita sedang mencoba sekaligus belajar
Tuk menjawab semua pertanyaan ini...

Semua jawaban itu...
Adalah pilihan diri sendiri
Memang banyak pilihan
Tapi semua itu harus dipilih dan dijawab

Dan jawaban itu adalah apa yang sekarang sedang dijalankan
Yakinkan itu adalah jawaban paling tepat
Dan jawaban lain kurang tepat
Sekarang teruskan apa yang telah dipilih

Sapaan Ilahi



Sapaan Ilahi


Gumpalan merah gemuruh malang
Bongkahan batu bingkaian bumi
Lepuhan udara lafalkan bara
Tinggalkan bangkai lukisan tangkai-tangkai

Habiskan malam tak berujung
Terang menjinjitkan diri
Gelap melompat tak tertangkap
Hingga pagi, cahaya diselimuti keharuan

Pagi menjelang, matahari hanya mengintip
Penuhi hari dengan rintihan sanubari
Lingkup berdegup tutupi denyut nadi
Curahkan karunia Yang Maha Mulia

Bukan Dari Sang Petinggi



Bukan Dari Sang Petinggi

Ku coba telusuri jalan
Ku kuatkan diri melihat realita di depan mata
Ku sanggupkan langkah kaki demi sang saudara
Ku coba ketuk pintu hati sendiri

Bapak yang di sana
Tak sempatkah kau mendengar mereka?
Alunan tak seberapa penuh makna
Jeritan pelan tak tertahankan

Percayakan

Percayakan


Kepercayaan bukanlah kata yang tak bermakna
Kepercayaan mempunyai makna yang sangat mendalam
Kepercayaan mempunyai sejuta makna yang akan menjadi indah bila dihiraukan
Kepercayaan bukanlah kata yang tak membekas dalam hati

Ku telah terlanjur menyayangi kalian
Apa kalian merasakan hal yang sama sepertiku
Ku rasa tidak
Asalkan kalian tak menyalah gunakan perasaan sayang dan kepercayaan yang telah ku beri
Ku harap kalian bisa mengerti







Kejujuran...
Kejujuran bukanlah hal yang tak bermakna
Kejujuran adalah hal yang penting bagi kehidupan
Tapi tak semua orang suka akan hal itu

Penghujung Petang

Penghujung Petang

Mentari begitu elok
Bintang dipagi hari telah disampingku
Mekarnya bunga mendampar bisikan pilu
Bunuh benci, bibit bangkai busuk


Genggaman cahya berguling-guling manja
Hapuskan senua derita hati dalam lentera
Arungi sungai panjang yang berliku
Tak tampak tombak terakhirnya







Kini.... mentari tertarik.. terlalu tercabik
Terlahap asap tebal di tebing terjal
Sarang keindahan di karang tak tertahan
Lenyapkan kawan tancapkan lawan

Keluar Dari Lubang Hina

Keluar Dari Lubang Hina

Aku mendengar bukan mencoba mencari suara
Aku melihat bukan mencoba mencari  wujudnya
Aku bergerak bukan mencoba mencari tempatnya
Tapi aku mancoba menahan bukan sengaja

Aku mencoba menahan pandanganku
Aku mencoba menahan pembicaraanku
Aku mencoba menahan gerakan-gerakanku
Aku mencoba merubah kelakuanku







Tergores sedikit pedang
Itu wajar...
Demi sebuah kebaikan
Itu takkan berarti.

Berikan Kemudahan


Berikan Kemudahan

Bukan hal yang mudah mengucap kata itu
Bukan hal yang mudah menerima kata itu
Bukan hal yang mudah mendengar kata itu
Bukan hal yang mudah pula mengenang tulus kata itu

Tak semudah yang dibayangkan
Terasa tak mudah menerima kata itu
Walaupun ingin menerimanya dengan tulus
Keinginan itu telah membuat tuk mencobanya






Kata maaf itu telah dicoba dengar
Kata maaf itu telah dicoba ucapkan
Kata maaf itu telah dicoba tuk diterima
Kata maaf itu telah dicoba tuk ditempatkan ketulusan hati

Kemana

 Kemana


Inikah aku ?
Inikah hatiku ?
Inikah diriku ?
Inikah duniaku ?

Kemana ketangguhanku?
Kemana janjiku kepadaku?
Kemana kekuatan itu?
Bukan ini yang waktu itu ku fikirkan?

Inikah kesalahan keduaku?
Ataukah hanya cobaan perasaan semata?
Inikah kesalahan pemahanku?
Ataukah hanya sementara waktu lalu pergi kembali?






Kawan, dari awal aku tak mempercayaimu
Tapi setelah berjalannya waktu
Seakan kau dapat membuktikan semua itu terhadapku
Ditambah lagi kejadian pengambilan kepercayaanku
Dan kau yang ada disampingku

TERIMA KASIH SAHABAT



TERIMA KASIH SAHABAT


Ketika sahabat telah pergi
Apa artinya sekolah bagiku
Karena tidak ada bisaku ajak bermain

Jika aku bersedih
Siapa yang menghiburku
Hanya mereka dan sahabatku
Yang bisa menghiburku





Jika tidak ada sahabat
Tidak mungkin aku bisa tertawa
Tidak mungkin aku bisa bercanda-gurau

Termenung

Termenung 

Di dunia ini takada yang sempurna
Termasuk saya yang menulis tulisan ini
Terdiam…
Terdiam…
Menunduk…
Menunduk…
Termenung…
Termenung…



Begitu banyak pendapat orang samapi tak dapat di hitung
Namun saat itu saya sedang dilanda kebingungan hingga tak sadar apa komentar saya sendiri tentang sikap yang saya ambil..
Saya akui sikap yang saya ambil salah
Karena saya membiarkan itu terjadi
Saya melalakukan itu dibelakang perlahan
Sampai memang saatnya saya katakan yang sebenarnya

Realita Berselimut


Realita Berselimut

Rantai-rantai realita
Terkuak perlahan
Tak dapat terucap
Keagungan kenyataan
Kuasa ilahi, tak tertandingkan lagi

Misteri tanah permukaan
Penghuni zaman berbeda
Tapi meyatakan keyakinan
Kumpulan fakta berceceran
Menyajikan kisah panjang tak dapat didefinisikan

Ayat-ayat suci
Mengiris hati
Sejarah tak dapat dipungkiri
Senjata selubung di bangsa sendiri

Begitu eksotis
Kenyataan masih berselimut
Tertutup kebohongan demi kebohongan
Musuh tak tampak
Merampas kekayaan perlahan

Kini....
Ku mulai tau
Sejarah itu mutiara masa depan...
Ilmu pedoman dibarengi dengan iman
Aku bangga?!
Sangat bangga?!

Karunia di tanah sendiri
Tak dapat dijelaskan sebegitu rinci
Kuasa Ilahi
Tak terdandingi lagi

Tapi Aku


Tapi Aku

Ku rasakan langit tak ada lagi
Lalu lalang, silih berganti
Tak ada lagi....
Perasaan diri sendiri

Aku tak rasakan hampa
Tapi apa daya....
Memang tak ada yang menyapa
Kebingungan yang diterpa

Melihat sekeliling..
Tapi tak ada guna
Melihat diri sendiri
Menangkap angin di genggaman tangan..
Tak ada pilihan tepat

Aku rindu pelangi itu
Tak dapat ku pungkiri
Pelangi merubah warnanya
Tapi ternyata...
Aku yang merubah pengllihatanku



Aku rasa mereka
Ternyata...
Bukan...
Aku...
diriku sendiri...

Mereka tetap ada di sini
Di sisi...
Mereka tak hilang
Aku juga tetap melihat mereka
Tapi ini beda...

Mereka berubah..
Bukan..
Aku yang berubah..

Penafsiranku akan mereka yang berubah
Caraku memandang mereka yang berubah
Caraku menghadapi mereka yang berubah
Perlahan... aku tak terbiasa
Kehilangan ketenangan.......

Terus melawan nafsu
Di derai kehidupan semu
Menyeimbangi waktu..
Mencoba terbiasa dengan diriku

Bukan mereka...
Tapi aku...

Diam


Diam

Demi sang sanubari
Ku untai kata demi kata
Bait demi bait
Hanya demi menyalurkan ketidakpastian sanubari

Kau diam
Kau tak marah
Kau tak berbicara sepatah katapun
Kau tak berisik seperti yang lain
Kau tak pernah berkomentar

Kau sahabatku
Sahabat setiaku
Takkan mungkin mengkhianatiku
Takkan mungkin meninggalkanku
Takkan mungkin membohongiku

Pena dan secarik kertas
Ku tumpahkan semuanya
Semuanya....
Hanya kepada kalian kawan

Dewa Kegelapan

Dewa kegelapan

Tangis terurai
Pelangi, pencerah untuk dewa kegelapan
Senyum indah tertanam
Transferkan aura dahan sakura
Aroma aura sakura bermuara di dada

Bunga bangkai berdendang
Tersenyum, terlihat, terlalu depan
Kepahitan terindah, kepenatan terdalam
Putih cahaya bahagia

Kemauan kegelapan...
Suara setan sampai serak-serak
Bukan hal biasa
Hasilkan tawa

Detik hampir terhenti



Detik hampir terhenti


Ia menutup rapat semuanya…
Semua keluh kesah yg ia rasakan
Menyimpan sedalam-dalamnya
Hanya senyum yang ia tampakkan

Kita semua seperti tertidur
Terbangun saat matahari hampir tenggelam
Terlalu lama kita terlelap dalam tidur
Banyak hal yang tak kita lakukan saat tertidur

Banyak sekali yang terlewatkan
Tanpa tau masih adakah kesempatan untuk menambah durasi
Jika tak ada..,,,,,
Terlambat lah semuanya

Waktupun terbuang begitu saja
Di saat kita tertidur,,,
Kita tak sadar akan apa yg sebenarnya terjadi
Ntah terlalu parah kita tertidur

Tak sadar...
Ternyata...
Ada udang di balik batu
Ada tangisan di balik senyuman

Ternyata...
Sangat tak sebanding dengan apa yang di berikannnya
Sangat tak banyak yg kita berikan kepadanya
Kecuali kekecewaan yg di dapat

Masih ada sedikit waktu...
Jika memang ada kemauan,,,
Pasti ada jalan untuk itu
Selagi masih ada kesempatan walaupun detik waktu hampir terhenti

Buat ia senyum sebelum melangkah
Buat sedikit kebahagiaan di raut wajahnya
Senyuman terakhir berharap takkan terlupa
Walaupun tak sebanding,,asalkan pergi tanpa ingatan hampa

Buat suatu kebanggaan terhadapnya
Buat ia merasa tak perlu menyesal
Buat suatu kenangan terindah
Yang pernah kita lalui saat bersama


sadarlah kawan


sadarlah kawan


Ragamu memang telah tiada dihadapanku
Tapi bayanganmu masih tersimpan
Wujudmu telah menghilang
Tapi sifat burumu itu masih melekat

Tak hentinya kau menambah jumlah daftar laporan itu
Sampai kapan peserta itu terus bertambah
Siapa yang paling akhir didaftar laporanmu
Kapan laporan itu berganti kabar bahagia

Sahabatmu...
Yang selalu ada untukmu
Yang selalu menemanimu
Yang selalu membelamu

Kini telah kau acuhkan
Telah kau benci
Telah kau khianati
Demi seorang makhluk yang bukan milikmu lagi

Buatlah orang yang kau idamkan bahagia
Meski kau menahan perih yanga amat sangat
Biarakan dia memilih kelanjutan hidupnya
Meski kau tak selalu setuju

Sadarlah...
Bangun dari cerita misteri ini
Jadikanlah cerita petualangan yang menyenangkan
Petualangan yang penuh makna

Cukuplah kau sakiti sahabatmu
Cukuplah kau khianati sahabatmu
Cukuplah kau tutupi semua sikapmu itu
Dengan langkah yang kau ambil kini..

Ku harap kau dapat menyadarkan sahabat-sahabatmu itu
Dengan langkah yang kau ambil kini..
Kau telah membantu kebenaran itu datang
Mungkin ini akan membuatmu sakit terkebih dahulu
Tapi..
Ini kan membantu mu
Ku harap kesadaran dapat menyentuhmu

Kau telah milik yang lain..
Ia bukanlah milikmu lagi
Biarkan ia mendapat haknya
Memilih siapapun yang diinginkan

                                                                                              

Minggu, 15 Mei 2011

Bukanlah hal yang mudah

Bukanlah hal yang mudah

Memindahkan karang dilautan
Bukanlah hal yang mudah
Menampung luasnya samudra
Bukanlah hal yang mudah

Menjaga persahabatan
Bukanlah hal yang mudah
Diberi lima indra
Tapi tak digunakan sepenuh hati

Mengapa mengucapkan itu mudah
Mengapa melihatnya itu mudah
Mengapa mendengarnya tiu mudah
Tapi mengapa mengerjakannya tak mudah

Gerah akan panasnya dunia
Padahal ada angin sejuk didekatnya
Tertiban oleh segudang masalah
Padahal tinggal membuka pintu jalan keluar

Berharap suatu saat masa akan berubah menjadi jam dinding
Yang dapat diatur oleh tangan
Tapi itu tak mungkin
Hanya berharap dan takkan mungkin terjadi karena tak bergerak

Tapiku harap
Ini bukanlah hanya harapan semata
Ku telah mencoba tuk bergerak dari titik awal
Semoga saja segera dapat melompatinya

Senyuman itu
Menganpa disiniku termenung
Seakan tak rela dengan semua itu
Seharusnya aku dapar tersenyum seperti mereka

mengapa ia terdiam dan aku tertawa
mengapa aku terdiam dan ia tertawa
kapan saatnya tertawa bersama
dan mengakhiri semua rintangan ini

Berharap yang terbaik

Berharap yang terbaik


Ku akui…
Ku merasa tlah kehilanganmu
Kehilanganmu yang dulu ada di tiap hariku
Kehilanganmu yang dulu ada di murungku

Kehilangan kebohonganmu
Kehilangan alunan merdu alasanmu
Kehilangan senyum yang menutupi sejuta rasa yang sesungguhnya didalam hatimu
Kahilangan gerakan-gerakan tega darimu

Kau melangkah tanpa sepatah kata pun
Kau yang telah berhasil merubah fikiran oran-orang
Kau yang telah berhasil merubah perasaanmu yang sesungguhnya menjadi bukan yang sesungguhnya
Kau yang telah berhasil menyulap kami semua

Penyesalan itu belum datang
Tak perlu ditunggu karena kau pun tak ingin dy mengunjungimu
Ia akan datang disaat yang tepat
Tepat untuk kau merasakan penysalan itu

Sejuta kasihsayang telah ditumpahkan padamu
Seberapa yang kau beri pada kami
Seberapa orang yang mendapat kasihsayangmu
Seberapa banyak ketulusanmu memberi kasihsayang itu

Seberapa banyak orang yang telah kau sakiti
Seberapa banyak orang yang dengan ikhlas memaafkanmu
Seberapa banyak orang yang mengetahui ketulusanmu
Seberapa banyak orang yang begitu tulus menyayangimu
Aku terdiam sejenak
Mendengar mereka berkata tentangmu
Aku tersenyum sejenak
Mencoba menahan suaraku yang sebenarnya ingin teriak sekencang-kencangnya

Tapi kini..
Aku pun merasa kehilangan dikau
Walaupun kesal itu masih menyatu didalam hatiku
Buatlah aku percaya seutuhnya padamu
Buatlah aku yakin kau adalah sahabat terbaikku
Ku ingin mencoba menendang sesal ini agar ia keluar dari dalam hatiku

Ku harap ini semua adalah yang terbaik untuk kita semua
Ku ingin kau berubah jadi yang lebih baik lagi
Ku pun tak ingin kau dapat rasa yang sama disana
Seperti perasaanku saat ini padamu

Ku ingin kau mendapat segala positifeme
Ku ingin kau menggunakan kemampuanmu diwadah yang benar
Aku tak ingin kau terlalu lama terjebak dilubang dalam ini yang seakan ditutupi kabut tebal
Usirlah kabut tebal itu agar kau segera naik ke atas

Ku ingin yang terbaik
Rasa sesal ini semata-mata karena rasa sayangku sebagai seorang sahabatmu
Aku tak peduli kau menganggapku apa
Tapi ku berharap kau menganggaku sebagai sahabatmu pula
Kenanglah selalu
Simpan dalam hatimu
Biarkan semua itu menjadi kenangan indah kita bersama
Taruhlah kami disisi hatimu yang terkhusus

terimakasih sobat.. pernah mengajari kami pengkhianatan, kesahabaran dan keikhlasan menerima apa adanya :)

bantu aku

Bantu aku


Aku tlah lelah dengan semua ini
Izinkan aku tuk beristirahat sejenak
Lelah raga dan fikiran ini
Aku igin sejenak terdiam

Aku tau aku salah
Aku memang penghianat
Aku tlah mengingkari janjiku
Aku bukan lah sahabat yang pantas bagimu

Maafan aku...
Aku bukanlah Allah yang maha sempurna
Aku bukanlah matahari yang slalu bisa mnyinari dunia ini
Aku bukanlah angin yang slalu bisa menyejukkan udara

Aku hanyalah manusia biasa yang penuh kekurangan
Aku hanyalah manusia biasa yang penuh kekhilafan
Berjuta kata maaf takkan cukup untuk menebus smua kselahanku
Tapi aku hanya manusia biasa
Tenaga dan fikiranku terbatas
Hanya beberapa kata maaf yang sanggup ku ucapkan
Tapi aku tlah berusaha..
Maafka aku ku mohon

Ku mohon...
Bantu aku tuk kembali
Tuk menjadi yang kau inginkan
Tuk menjadi yang seperti dulu lagi yang kau inginkan
Pegang erat tanganku
Aku mohon bantu aku...
Aku sedang brusaha tuk menjadi yang kau inginkan
Tapi ku mohon
Bantu aku....
Aku sangat membutuhkan bantuan mu sobat...
Perkataanmu...
Aku mengeti itu...
Perkataan mu menyentuh dalam kalbuku
Aku memang pantas dapat gelar itu
Aku tlah mengingkari janji ku...
Aku mohon maafkan aku..

Sambutlah sapaanku
Mengapa kau seperti terdiam
Maafkan jika kata-kataku ini kurang berkenan
Aku hanya memohon
Maafkan aku...
Bantu aku tuk jadi yang kau mau
Aku lelah dengan semua ini....
Aku ingin keadaan yang seperti dulu...
Maafkan aku sobat..

Berilah aku kesempatan
Aku berusaha mendinginkan panasnya udara ini
Sambutlah keinginanku ini....
Ku hara kau dapt menyambutku...
Ku mohon....