Perang Hati
ku arahkan mataku ke atas langit
ku lihat bulan purnama tersenyum
keindahannya terpantau jelas
kini hanya dia yang menemaniku
aku tau...
waktu kan terus berjalan
masa memang terkadang kejam
sekejam hati pada sang mpunya
hati yang sedang kedatangan tamu
tamu kegelisahan yang menghujam
enggan pulang ke asalnya
bersenang riang dalam hati
kenyataan tak selalu indah
tapi keinginan terlalu dalam
khayalku terlalu jauh
asaku tertanam dalam impi
kini.....
kenyataan itu tak pernah diundang
tetapi, dia memang harus datang dalam ceritaku
untuk memberi pelajaran
dan kini aku merasakan ketidakpastian keinginan
jangan buat sang tamu berbahagia
buatlah mereka enggan menepi di hati
hingga mereka berenjak pergi
dan enggan menepi kembali
sampai kebahagian tertera dalam sanubari
kepedihan akan senang bergantung dihatimu
jika kau mau nenyambutnya dengan cara yang ia suka
tetapi jika kau ingin berperang secara sehat dengannya
ia merasa terusir dari tempatnya bertengger
ia akan merasa harus cepat pergi tempatnya
dan harus digantikan dengan ketenangan
puisi ini dibuat untuk kalian yang sedang merasakan kepedihan.
waktu terus berjalan sobat
jangan menyambut kepedihan dihatimu dengan cara yang ia suka.
lawan ia, sampai ia benar-benar pergi dari hatimu
ini bukan cara yang tepat untuk mengisi waktu luang
ketenangan akan singgah dihatimu, saat kau berusaha menggapainya
jalani harimu dengan kedamaian
dan kau akan lebih tenang mengisi waktumu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar