Penghujung Petang
Mentari begitu elok
Bintang dipagi hari telah disampingku
Mekarnya bunga mendampar bisikan pilu
Bunuh benci, bibit bangkai busuk
Genggaman cahya berguling-guling manja
Hapuskan senua derita hati dalam lentera
Arungi sungai panjang yang berliku
Tak tampak tombak terakhirnya
Kini.... mentari tertarik.. terlalu tercabik
Terlahap asap tebal di tebing terjal
Sarang keindahan di karang tak tertahan
Lenyapkan kawan tancapkan lawan
Hilang sang dalang di padang ilalang
Hapuskan mimpi terhanyutkan malam
Hinalah sahabat hancurkan senja
Kebohongan terdengar malang
Munafiknya senandung manismu
Kejujuran, santapan yang tertolak ditatapanmu
Manisnya macan, memakan Mahadewi
Kenangan abadi angan abu semata
Tarlaknat janji-janji khianat
Habiskan senja yang terlalu suram
Kebencian membuahkan perpisahan
Tega tak terkira
Kelakuan indah memakan kebekuan
Sakit siksa bak tambahan tenaga
Kehancuran kawan, kepuasan jiwa
Karunia, keberhasilan menjahtuhkan
Lintah yang bergulat
Perlahan menghisap kesucian tirani
Nodai bunga persahabatan dengan bekas sayatan
Cukup di sini ampas bayangmu
Bendungan kebohongan telah meledak
Hilangmu hantarkan tawa di hari esok
Perpisahan persahabatan pilu di penghujung petang
Persahabatan ini penuh perdebatan kawan
Biarkan untaian kata demi kata menjadi rantai
Hanya sekedar berbagi sedikitnya saja
Kilauan intan dimakan mantan kawan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar