Keluar Dari Lubang Hina
Aku mendengar bukan mencoba mencari suara
Aku melihat bukan mencoba mencari wujudnya
Aku bergerak bukan mencoba mencari tempatnya
Tapi aku mancoba menahan bukan sengaja
Aku mencoba menahan pandanganku
Aku mencoba menahan pembicaraanku
Aku mencoba menahan gerakan-gerakanku
Aku mencoba merubah kelakuanku
Itu wajar...
Demi sebuah kebaikan
Itu takkan berarti.
Saat itu...
Memang terlalu kelam
Wajar saja kau tegur aku
Sakit itu biasa..
Terimakasih lagi kawan
Tanpa kau..
Mungkin aku masih tenggelam dalam lubang hina itu
Walau dengan hujaman pedang itu
Membuat air mataku menetes
Menyadari semuanya.. penuh penyesalan
Menyadari kalau aku harus berubah
Dan kini....
Lau berhasil kawan..
Membangunkan ku dari lubang hina itu
Dan aku dapat keluar dalam kekelaman diriku


Tidak ada komentar:
Posting Komentar